RSS

5 Mitos Menulis

07 May

Paling tidak ada lima mitos tentang dunia tulis-menulis yang masih dipercayai oleh sebagian masyarakat kita. Sebagai sebuah mitos, maka ia lebih sebagai kepercayaan yang sudah kedaluwarsa dan kadang-kadang tidak rasional. Kalau kepercayaan ini dipegang, maka dia akan menjadi penghambat bagi mereka yang ingin mengembangkan diri menjadi penulis sukses. Karena adanya mitos itu, menulis menjadi pekerjaan yang aneh dan langka sehingga tak layak digeluti.

Mitos-mitos dimaksud antara lain menyatakan bahwa menulis :

1. Hanya untuk mereka yang berpendidikan tinggi. Menulis/mengarang dipandang oleh masyarakat hanya pantas untuk kaum terpelajar yang berpendidikan tinggi. Cuma mereka, yang karena ilmunya yang sudah ‘tinggi’, bisa mengarang.

Sebenarnya, siapa pun bisa menulis, asal dia tahu ‘membaca dan menulis’ sebagai persyaratan dasarnya. Kalau kemudian ia mampu mengarang, itu karena ia mengasah diri dan rajin belajar. Memang lebih baik kalau para penulis berlatarbelakang pendidikan tinggi, tapi ‘tidak hanya untuk’ mereka pekerjaan ini.

2. Hanya untuk orang dewasa. Hingga kini masih ada pemikiran yang menganggap bahwa aktivitas mengarang hanya bagi mereka yang sudah dewasa atau tua usianya. Anak-anak/remaja dipandang masih belum mampu menjalani kegiatan mengarang karena masih bau kencur.

Tentu saja mitos ini kini terbantahkan, karena banyak anak-anak/remaja yang mengarang, seperti mengarang puisi, cerpen, dan teenlit lainnya. Lihat saja majalah/tabloid remaja yang beredar, maka kita akan tahu siapa penulis-penulisnya.

3. Hanya untuk orang yang berbakat. Hanya mereka yang berbakat menulis sajalah yang berhasil menjadi penulis. Sedangkan, mereka yang tidak berbakat tidak akan pernah berhasil menjadi pengarang. Oleh karena itu, percumalah bagi mereka yang tidak punya bakat untuk mencoba menulis, pasti akan gagal!

Perlu dipertanyakan, bagaimana orang seperti ini memaknai bakat. Bukankah keberhasilan itu lebih ditentukan oleh usaha dan kerja keras dan cerdas, bukan semata-mata bakat? Hanya mereka yang sudah lama dan dengan keras mengasah diri di suatu bidang dan terbukti berhasil saja yang disebut berbakat? Oleh karena itu, jangan terlalu percaya pada bakat bawaan. Lebih baik kita berlatih dengan intens, kelak pasti muncul hasilnya. Ini berlaku untuk siapa saja yang ingin mengembangkan diri di dunia tulis-menulis.

4. Pekerjaan yang sepi. Pekerjaan mengarang itu hanya untuk orang-orang yang tahan menyepi sendiri hampir sepanjang hari. Mereka selalu mencari tempat-tempat tertentu untuk menyepi sendiri dan menulis.

Mungkin, iya pada tempo dulu, tapi di era modern ini tidak. Kita bisa menulis di tempat di manapun kita berada, tidak harus datang ke hutan atau ke gunung-gunung untuk merenung dan kemudian menulis. Di tengah-tengah keramaian Jakarta, di tengah kemacetan, di terminal bis, di rumah, di kantor, dan di tempat lainnya, kita bisa menulis jika mau. Tak ada penghambat yang berarti kalau kita mau fokus menulis.

5. Hanya cocok bagi mereka yang siap hidup miskin. Dasar pandangannya, penulis itu seorang idealis. Untuk mempertahankan idealismenya itu ia siap menuliskan pemikirannya tanpa minta bayaran. Ia tak mempedulikan uang dan siap hidup susah.

Benarkah seperti itu? Kalau harus hidup miskin, siapa juga yang mau menjadi penulis. Bukankah honor para penulis freelance dan kolumnis sudah relatif lebih baik belakangan ini? Seorang penulis bahkan dapat mengembangkan profesinya menjadi penulis buku yang produktif, menjadi editor sebuah koran/majalah, penceramah/pengajar yang mengajar menulis, menjadi co-writer, dan pekerjaan lainnya yang berkaitan dengan aktivitas menulis sehingga dengan begitu ia tidak perlu harus miskin.

Kelima mitos itu sudah seharusnya dipertimbangkan untuk di-delete dari pemikiran masyarakat, terlebih-lebih dari kamus pemikiran mereka yang berniat menjadi penulis. Mitos seperti ini hanya akan menjadi batu sandungan. Lempar saja ke luar dari rumah pikiran kita, sebelum ia membuat kita terjerembab jatuh dalam ketidakberdayaan.

Sumber: I Ketut Suweca

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on May 7, 2011 in Artikel

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: